Wednesday, May 13, 2020

Ini yang akan terjadi pada Ibu hamil dengan kanker serviks


Mendengar kata “kanker” tentunya membuat Anda merindang dan ketakutan. Bagaimana tidak? Penyakit ini merupakan salah satu penyakit paling mematikan yang harus dicegah sejak dini. Namun, tahukah Anda bahwa Ibu hamil pun berisiko terkena kanker? Lantas, apa yang akan terjadi jika ada kanker pada Ibu hamil? Simak penjelasan di bawah ini.

Salah satu jenis kanker yang paling berbahaya bagi wanita adalah kanker serviks. Namun, perlu Anda ketahui bahwa kanker serviks juga kerap menyerang seorang wanita yang sedang berada dalam masa kehamilan. Meski begitu, kanker serviks yang terjadi pada masa kehamilan cenderung dapat terdeteksi lebih cepat dibandingkan dengan wanita yang sedang dalam keadaan normal. Hal ini disebabkan karena, Ibu hamil cenderung rutin mengunjungi dokter kandungan untuk memantau kondisi janinnya.

Pada dasarnya, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang organ reproduksi dan banyak menyerang wanita di seluruh dunia. Meski begitu, sebenarnya penyakit ini terbilang sangat jarang dialami oleh wanita yang sedang dalam masa kehamilan. Kanker serviks sendiri merupakan kanker yang menyerang sel indung telur di leher rahim. Dalam sebagian besar kasus, penyakit ini juga terkait dengan infeksi menular seksual.

Gejala Kanker Serviks pada Ibu Hamil

Untuk gejala atau tanda-tanda kanker serviks pada Ibu hamil sendiri sebenarnya sama dengan gejala pada wanita yang tidak sedang hamil. Penyakit ini cenderung tidak menimbulkan gejala di masa awal perkembangannya, hingga terbentuknya tumor yang menyerang dan mendorong organ , serta mengganggu sel-sel sehat di sekitarnya. Gejala yang dapat muncul antara lain adalah :
  • Menjadi lebih sering buang air kecil atau beser.
  • Perut terasa mulas.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Nyeri di bagian punggung.
  • Nyeri di perut bagian bawah.
  • Salah satu kaki membengkak.
  • Susah buang air besar (sembelit), yang berlangsung hingga berminggu-minggu.
  • Badan mudah lelah.

Beberapa gejala di atas bisa saja muncul pada Ibu hamil pengidap kanker serviks. Meski begitu, banyak kaum wanita atau Ibu hamil yang tidak menyadari kondisi tersebut akibat kurangnya pengetahuan mengenai tanda-tanda atau gejala kanker serviks.

Risiko Kanker Serviks pada Masa Kehamilan

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit mematikan dan berbahaya bagi kaum wanita. Selain itu, apabila kondisi ini teradi pada masa kehamilan, tentunya dapat menimbulkan beberapa risiko yang berbahaya pula. Di antaranya adalah :

1. Keguguran

Keguguran merupakan hal yang paling menakutkan dan dihindari oleh para calon Ibu. Sebab, kehadiran buah hati sendiri merupakan salah satu hal yang paling dinanti-nanti dalam hidup. Namun, keguguran menjadi salah satu risiko yang dialami oleh Ibu hamil dengan kanker serviks. Hal ini disebakan karena, kanker membuat janin di dalam kandungan perlu diangkat, dengan alasan keselamatan nyawa sang Ibu. Selain itu, wanita dengan kondisi ini memiliki kemungkinan tidak dapat mengandung lagi.

2. Kelahiran prematur

Selain keguguran, kelahiran preatur juga menjadi risiko utama yang dapat terjadi pada Ibu hamil pengidap kanker serviks. Hal ini tentunya dapat membuat impian seorang Ibu memiliki bayi yang sehat menjadi hancur begitu saja.

3. Hambatan pada proses perkembangan janin

Hal ini disebabkan karena, adanya infeksi virus yang terjadi dalam rahim bisa saja memengaruhi perkembangan janin di dalamnya. Sehingga pada akhirnya, kondisi ini mengakibatkan adanya hambatan pada proses perkembangan janin di dalam kandungan.

4. Hambatan pada Proses Persalinan

Selan dapat memengaruhi perkembangan janin yang ada di dalam kandungan, adanya kanker serviks pada Ibu hamil juga dapat menyebabkan adanya gangguan pada proses persalinan. Hal ini disebabkan karena, adanya jaringan sel kanker, sehingga proses persalinan normal pun akan mengalami kendala.

5. Adanya kemungkinan kanker menyebar ke janin

Kanker serviks bukan menjadi satu-satunya kanker yang dapat menyebar ke janin. Sehingga apabila Ibu hamil sedang berada dalam perawatan dokter, maka biasanya dokter akan terus melakukan pemantauan guna memastikan bahwa kaner tidak memengaruhi janin yang ada di dalam kandungan.

Apa yang harus dilakukan oleh Ibu hamil dengan kanker serviks?

Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui dan diingatkan untuk dilakukan Ibu hamil yang positif mengidap kanker serviks. Di antaranya adalah :

1. Lakukan pemeriksaan secara teratur

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa kanker serviks membuat kehamilan menjadi jauh lebih berisiko dibandingkan dengan kehamilan pada wanita normal. Oleh sebab itu, Ibu hamil dengan kanker serviks harus dipantau terus-menerus melakui pemeriksaan kehamilan yang biasa rutin dilakukan.

Namun perlu catat, jika dalam kondisi normal Ibu hamil wajib melakukan kontrol kandungan sebanyak delapan kali (minimal), Ibu hami dengan kanker serviks tentunya akan menjalani pemeriksaan lebih banyak dari jumlah tersebut.

2. Kenali gejala atau tanda-tanda bahaya

Anda sebagai seorang Ibu juga perlu mengenali tanda-tnda bahaya yang mungkin saja terjadi selama masa kehamilan. Di antaranya adalah, keputihan yang terjadi secara terus-menerus, beraroma tidak sedap atau bercampur darah, pendarahan pada vagina yang bertambah banyak, serta kontraksi rahim yang menetap dan terjadi sebelum waktu persalinan.

Selain itu, Anda perlu perhatikan jika gerakan janin berkurang, hingga penurunan nafsu makan yang menyebabkan Anda mengalami dehidrasi. Sebab, kondisi tersebut bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya jangan ragu untuk segera menemui dokter kandungan untuk diperiksa. Sebab, apabila kanker serviks terdeteksi sejak dini dapat diatasi dengan cepat dan tepat, sehingga risiko yang dapat membahayak Ibu dan janin pun menipis.

3. Rajin berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai metode persalinan

Jika Anda terdiagnosis kanker serviks, maka lebih baik Anda diskusikan dengan dokter kandungan yang menangani Anda mengenai metode persalinan tepat yang harus dijalani nanti. Biasanya, dokter akan menganjurkan persalinan dilakukan meklalui metode operasi sectio caesaria saat usia kehamilan sudah mencukupi, yaitu sekitar 37 atau 38 minggu.

4. Jangan Panik

Pada dasarnya, menjalani kehamilan dengan kanker serviks bukanlah hal yang mudah. Namun, sebaiknya Anda tidak panik dan tetap tenang. Pasalnya, tidak sedikit kasus kehamilan dengan kanker serviks yang pada akhirnya berhasil diobati dan janin yang ada di dalam kandungannya tetap lahir dengan sehat.

Dalam hal ini, dukungan orang-orang di sekitar serta pengobatan yang intensif memang menjadi dua hal yang sangat dibutuhkan oleh pengidap, sehingga kondisi ini dapat dilalui.

Obat Herbal Pencegah Kanker Serviks Terbaik


Melihat betapa menyeramkannya kanker serviks bagi wanita, terutama Ibu hamil, ada baiknya jika Anda sebagai waita melakukan pencegahan terhadap kanker serviks sejak dini, salah satunya dengan mengonsumsi obat herbal yang terbuat dari bahan alami berkualitas. Anda dapat membelu produk obat herbal LING SHEN YAO melalui halaman marketplacenya disini.

Disqus Comments