Monday, May 18, 2020

Mengenal Penyakit Tumor Rahim Jinak dan Ganas


Tumor rahim merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap menyerang wanita. Tumor rahim dibagi menjadi dua tipe, yaitu tumor rahim jinak dan tumor rahim ganas. Tumor rahim ganas atau yang juga dikenal dengan kanker rahim merupakan kondisi yang harus segera diatasi, jika tidak maka akan berakibat fatal. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengenal baik gejala tumor rahim jinak maupun gejala tumor rahim ganas, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai gejala tumor rahim, ada baiknya jika Anda mengenal lebih jauh seperti apa itu penyakit tumor rahim.

Munculnya benjolan tumor atau sel-sel abnormal dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun, termasuk rahim. Tumor rahim juga dikenal dengan fibroid rahim, yakni kondisi di mana tumbuhnya benjolan jinak di bagian atas atau di dalam otot rahim. Meski tumor ini bersifat jinak, akan tetapi apabila ukuran tumor cukup besar, maka dapat menyebabkan pengidapnya mengalami pendarahan.

Dalam istilah medis, fibroid rahim juga dikenal dengan istilah leiomioma atau miom. Dalam kebanyakan kasus, fibroid rahim bersifat jinak dan tidak berpotensi menjadi kanker. Fibroid rahim juga dapat tumbuh sebagai satu benjolan dan bisa juga tumbuh dalam jumlah yang lebih banyak di rahim. Selain itu, tumor pun memiliki ukuran yang beragam, mulai dari sebesar benih hingga lebih besar dari itu.

Penyebab Tumor Rahim Jinak

Penyebab terbentuknya tumor rahim sendiri sebenarnya masih belum dipastikan. Namun, kondisi ini diduga dapat terjadi akibat faktor hormon atau faktor genetik (turunan).

Selain itu, faktor lingkungan juga dipercaya dapat memberikan dampak pada pertumbuhan tumor di rahim. Hal ini disebabkan karena, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa bahan kimia yang tersebar di lingkungan sekitar dapat memicu terjadinya gangguan hormon estrogen pada wanita. Hormon ini dapat membuka peluang untuk pertumbuhan tumor, salah satunya tumor atau fibroid rahim.

Umumnya, penyakit ini menyerang waita dengan usia 40 sampai 50 tahun, dan jarang ditemukan pada wanita di usia muda. Namun, bukan berarti wanita di usia muda bisa merasa bebas begitu saja dari serangan fibroid rahim. Pasalnya, wanita dengan obesitas atau kegemukan, memiliki risiko yang lebih tinggi terkena fibroid rahim, daripada wanita yang memiliki berat badan ideal.

Penyebab Tumor Rahim Ganas

Sama seperti tumor rahim jinak, tumor rahim ganas juga masih belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko kanker rahim. Di antaranya adalah :
  • Faktor usia (di atas 50 tahun).
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes.
  • Berat badan berlebih (obesitas).
  • Mengalami menstruasi dini atau menopause terlambat.
  • Menggunakan hormon estrogen tambahan, baik saat terapi pengganti hormon pascamenopause maupun sebagai kontrasepsi.

Gejala Tumor Rahim Jinak

Secara umum, tumor jinak di rahim cenderung tidak menimbulkan gejala sama sekali. Maka dari itu, banyak penderita fibroid rahim yang tidak menyadari bahwa Ia tengah mengalami kondisi tersebut.

Gejala yang timbul akibat fibroid rahim juga tergantung pada jumlah, ukuran, dan lokasi terbentuknya tumor. Beberapa gejala yang paling umum di antaranya adalah :
  • Pendarahan abnormal.
  • Menstruasi yang terjadi lebih lama dari biasanya.
  • Kekurangan sel darah merah (anemia).
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual (dispareunia).
  • Terjadi tekanan pada kandung kemih akibat tumor, sehingga pengidap sering buang air kecil (beser).
  • Susah buang air besar (sembelit).
  • Terasa nyeri atau tertekan di bagian perut bawah atau punggung bawah.

Selain itu, tumor rahim juga dapat membuat perut terlihat kembung atau membengkak. Hal ini disebabkan karena fibroid ikut menekan usus besar atau rektum. Kondisi ini juga dapat menyebabkan penderita menjadi sulit buang air besar atau bahkan mengalami sembelit.

Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas, maka jangan ragu untuk segera mengunjungi dokter, agar mendapat penanganan yang tepat. Semakin diatasi dengan cepat, maka peluang untuk sembuh pun semakin besar.

Gejala Tumor Rahim Ganas

Gejala awal yang dirasakan pada penderita kanker rahim adalah terjadinya pendarahan tidak normal yang melalui vagina, yang mana terjadi di luar siklus menstruasi atau setelah menopause. Meski begitu, tidak semua pendarahan setelah menopause disebabkan oleh kanker rahim. Maka dari itu, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda mandapatkan adanya pendarahan tidak normal dari vagina.

Selain itu, periksakan diri ke dokter juga apabila terjadi pendarahan setelah menopause berlangsung lebih dari dua minggu, terutama apabila disertai dengan gejala anemia atau kurang darah, seperti tubuh lemas dan mudah lelah, sakit kepala, dan sesak napas terus-menerus.

Diagnosis Tumor Rahim

Dalam mendiagnosis tumor rahim, umumnya dokter akan menanyai pasien terlebih dahulu mengenai gejala yang dirasakan. Apakah pasien merasa berat atau adanya benjoal pada bagian perut bagian bawah, serta mengalami gangguan haid yang disertai rasa nyeri.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik melalui cara bimanual yang akan menunjukan adanya tumor di bagian rahim. Biasanya, tumor yang terbentuk terletak di bagian garis tengah maupun agak ke samping, yang mana saat diraba akan terasa seperti benjolan. Kemudian, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang untuk mendukung hasil akhir yang biasanya dilakukan melalui USG dan MRI.

Pengobatan Tumor Rahim Jinak

Dalam kebanyakan kasus, fibroid rahim justru tidak membutuhkan pengobatan yang serius. Dokter biasnaya akan menganjurkan pengidap untuk melakukan pemeriksaan secara rutin guna memantau perkembangan fibroin dan memastikan agar fibroid tidak menimbulkan masalah lain.

Selain itu, obat-obatan juga dapat digunakan untuk menghambat kinerja hormon. Apabila fibroid menimbulkan gejala terus-menerus, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim atau fibroid apabila pengidap masih ingin memiliki keturunan.

Meski begitu, perlu Anda ketahui bahwa fibroid rahim dapat kambuh lagi, sehingga pengidap mungkin harus menjalani operasi lagi. Pasalnya, meski obat-obatan dapat menghambat pertumbuhan fibroid, namun semua itu hanya bersifat sementara.

Pengobatan Tumor Rahim Ganas

Metoda pengobatan yang paling sering digunakan untuk mengobati kanker rahim adalah histerektomi atau operasi pengangkatan rahim. Histerektomi juga dapat dikombinasikan dengan kemoterapi dan radioterapi guna memaksimalkan pengobatan.

Obat Herbal Tumor Rahim

Selain melakukan pengobatan medis, tumor prahim juga dapat diatasi dengan memanfaatkan obat-obatan herbal. Salah satu obat tumor rahim yang terpercaya dan paling ampuh adalah olat herbal LING SHEN YAO. Obat herbal LING SHEN YAO terbuat dari bahan alami berkualitas, teruji klinis, dan tentunya telah terdaftar di BPOM. Anda tidak perlu khawatir, sebab LING SHEN YAO juga telah mendapat label halal dari MUI.

Untuk info lebih lanjut kunjungi marketplacenya disini.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai tumor rahim jinak dan gana. Semoga apa yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat bagi Anda semua.

Disqus Comments