Thursday, April 16, 2020

Miom - Jenis, Penyebab, dan Gejala


Miom itu jenis penyakit apa? Miom atau mioma uteri dikenal juga sebagai fibroid rahim, yaitu suatu masalah kewanitaan di mana adanya  pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim). Namun Anda tidak perlu khawatir, sebab mioma uteri bukanlah penyakit yang bersifat ganas atau kanker, sebab tumor yang tumbuh dalam kasus miom merupakan tumor jinak. Kondisi ini umumnya terjadi akibat sel otot pada rahim tumbuh secara abnormal.

Pada dasarnya, miom tumbuh dengan ukuran yang bermacam-macam dan bisa terdapat lebih dari satu buah di sekitar rahim. Ketika seorang wanita mengalami miom, maka Ia cenderung tidak merasakan gejala apapun, sehingga keberadannya jarang disadari. Oleh sebab itu, miom baru terdeteksi ketika dilakukan pemeriksaan seperti USG. Sementara itu, gejala miom sendiri dipengaruhi oleh letak, ukuran dan seberapa banyak miom yang muncul.

Selain itu, miom juga dibagi menjadi empat jenis berdasarkan letaknya, yaitu :
  • Mioma Intramular, yaitu merupakan jenis miom yang tumbuh di antara jaringan otot rahim. Mioma intramular merupakan jenis miom yang palih umum terjadi. Jenis miom ini juga berpotensi untuk memperbesar ukuran rahim.
  • Mioma Subseroasa, yaitu adalah jenis miom yang tumbuh di bagian luar dinding rahim dan rongga panggul. Mioma jenis ini juga dapat tumbuh dan menyebar ke bagian luar rahim.
  • Mioma Submukosa, yaitu merupakan jenis miom yang tumbuh di lapisan otot pada bagian dalam dari dinding rahim. Jika mioma submukosa tumbuh dengan ukuran yang besar, maka bisa jadi akan memengaruhi siklus menstruasi, menyebabkan terjadinya pendarahan, hingga terjadinya komplikasi lain yang lebih serius, seperti kemandulan dan keguguran.
  • Mioma Pedunculated, yaitu merupakan jenis miom yang tumbuh pada batang kecil yang terdapat di bagian dalam atau luar rahim.

Apa penyebab mioma uteri?

Sebenarnya, penyebab utama dari miom sendiri hinga saat ini masih belum diketahui secara jelas. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga didapat meningkatkan risiko munculnya miom pada wanita. Salah satunya adalah akibat adanya peningkatan hormon estrogen, seperti pada saat wanita berada dalam siklus menstruasi atau masa kehamilan.

Sementara itu, hal yang dapat mengurangi risiko terjadinya miom pada wanita adalah riwayat melahirkan. Hal ini disebabkan karena, wanita dengan riwayat melahirkan memiliki risiko lebih rendah dalam mengalami miom.

Apa saja gejala mioma uteri?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa mioma uteri pada dasarnya tidak menimbulkan gejala apa pun yang mengganggu kenyamanan pengidapnya. Namun, dalam beberapa kasus yang tergolong serius, miom dapat menimbulkan gejala berupa pendarahan yang banyak pada saat menstruasi dan berlangsung lebih dari seminggu. Selain itu, gejala lainnya berupa nyeri perut bagian bawah, perut terlihat membesar, sembelut, dan sering buang air kecil.

Jika muncul beberapa gejala seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan yang tepat.

Disqus Comments