Monday, April 27, 2020

Mengenal Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kista Pilonidal


Kista pilonidal abscess atau yang disebut dengan kista pilonidal (polindial cyst) adalah kondisi di mana tumbuuhnya kantong tertutup atau benjolan di kulit yang tumbuh di sekitar tulang ekor, atau lebih tepatnya di bagian atas belahan bokong. Bukan cairan, kista ini berisi serpihan folikel rambut dan kulit.

Kista pilonidal sendiri sebenarnya merupanan jenis kista yang jarang terjadi. Namun, apabila seorang pria duduk terlalu lama dan sering, seperti mereka yang berprofesi sebagai supir, maka lebih berisiko mengalami kista pilonidal.

Apa penyebab kista pilonidal?

Penyebab dari kista pilonidal sendiri masih belum diketahui secara pasti. Namun, dalam kebanyakan kasus, kista pilonidal diawali dari kondisi rambut yang tidak tumbuh keluar (ingrown hair) hingga pada akhirnya menyebabkan timbulnya benjolan. Selain itu, jenis kista yang ini dapat terinfeksi dan terasa nyeri, dan apabila tidak segera diatasi, maka infeksi tersebut dapat menimnulkan terjadinya komplikasi.

Selain itu, para ahli juga sepakat bahwa kista pilonidal dapat terjadi akibat adanya cedera berulang pada area tulang ekor dan selangkangan. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang sering berkendara di jalan rusak.

Faktor Risiko Kista Pilonidal

Kista pilonidal lebih sering ditemukan pada pria di usia muda. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena kista ini, di antaranya adalah :
· Kelebihan berat badan (obesitas).
· Memiliki banyak rambut di belahan bokong.
· Terdapat lubang kecil atau sinus di sekitar tulang ekor atau di sekitar belahan pantat.
· Kebiasaan duduk terlalu lama.
· Terlalu sering menggunakan pakaian ketat.
· Faktor genetik atau penyakit turunan.
· Pernah memiliki kista pilonidal sebelumnya.

Gejala Kista Pilonidal

Kista pilonidal umumnya terlihat seperti jerawat dan terdapat di atas belahan bokong, yakni sekitar 4 sampai 8 cm di atas lubang anus. Munculnya benjolan kista pilonidal seringkali tidak disadari penderita, sebab umumnya kista pilonidal tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Akan tetapi, apabila terjadi infeksi, beberapa gejala di bawah ini dapat dirasakan oleh penderita :
· Nyeri di punggung, tepatnya punggung bagian bawah.
· Benjolan kista pilonidal terasa hangat dan nyeri saat disentuh.
· Kista pecah, sehingga keluar nanah atau darah yang mengeluarkan aroma tidak sedap.
· Demam.
Jika Anda mengalami gejala diatas, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat dan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Pengobatan Kista Pilonidal

Kista pilonidal dapat disembuhkan dengan prosedur bedah atau operasi.Meski begitu, risiko kista muncul kembali tidak bisa dihindari, sehingga tetap mungkin terjadi. Kekambuhan kista pilonidal biasanya terjadi jika ada jaringan parut luas atau sinus.

Meski kista pilonidal dapat diatasi dengan melakukan prosedur pembedahan, namun risiko kista muncul kembali masih tetap mungkin terjadi. Kambuhnya kista pilonidal ini umumnya terjadi apabila ada jaringan parut luas atau sinus. Selain kambuhnya kembali kista piloidal, ada juga komplikasi tindakan pembedahan termasuk risiko infeksi atau jaringan parut ke area tersebut.

Pencegahan Kista Pilonidal

Melihat bahwa kista pilonidal bisa kembali kambuh walaupun telah melalui prosedur operasi, maka akan lebih baik jika Anda mencegah terjadinya kista pilonidal. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan guna mencegah terjadinya kista pilonidal. Di antaranya adalah :
  • Menjaga daerah bokong agar selalu bersih dan tidak berambut.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat.
  • Posisi duduk harus benar dan jika duduk lama sebaiknya gunakan bantal  khusus untuk menyangga tulang ekor, agar tekanan di area tersebut berkurang.

Disqus Comments