Wednesday, April 29, 2020

Penyebab Munculnya Benjolan di Tulang Ekor dan Cara Mengatasinya


Muncul benjolan di tulang ekor, bisa jadi itu kista pilonidal. Kista pilonidal sendiri merupakan kondisi di mana tumbuhnya kantong tertutup atau benjolan di kulit yang tumbuh di sekitar tulang ekor, atau lebih tepatnya di atas belahan bokong. Naum berbeda dengan jenis kista yang didalamnya berisi cairan, kista pilonidal berisi justru serpihan folikel rambut dan kulit. Lantas, bagaimana cara mengobati benjolan di tulang ekor akibat kista pilonidal? Simak penjelasan berikut.

Sebelum membahas mengenai cara mengobati kista pilonidal, perlu Anda ketahui bahwa kista pilonidal sendiri sebenarnya merupanan jenis kista yang jarang terjadi. Namun dapat terjadi ketika seseorang memiliki kebiasaan atau keadaan yang mana mengharuskan mereka untuk duduk dalam waktu yang lama dan juga sering.

Penyebab Kista Pilonidal

Sebenarnya, penyebab dari kista pilonidal sendiri masih belum diketahui secara pasti. Namun, dalam kebanyakan kasus yang ada, kista pilonidal diawali dari kondisi rambut yang tidak tumbuh keluar (ingrown hair), sehingga pada akhirnya menyebabkan timbulnya benjolan. Selain itu, kista pilonidal juga dapat terinfeksi dan terasa nyeri, dan apabila tidak segera diatasi, maka infeksi tersebut dapat menimnulkan terjadinya komplikasi yang cukup serius.

Para ahli juga sepakat bahwa kista pilonidal dapat terjadi akibat adanya cedera berulang pada area tulang ekor dan selangkangan. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang sering berkendara di jalanan yang rusak.

Faktor Risiko Kista Pilonidal

Kista pilonidal lebih sering ditemukan pada pria di usia muda. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena kista ini, di antaranya adalah :

· Kegemukan (obesitas).
· Memiliki banyak rambut pada belahan bokong.
· Terdapat lubang kecil atau sinus di sekitar tulang ekor atau di area belahan pantat.
· Memiliki kebiasaan duduk terlalu lama.
· Terlalu sering menggunakan pakaian yang terlalu ketat.
· Faktor genetik atau penyakit turunan.
· Pernah mengalami kista pilonidal sebelumnya.

Gejala Kista Pilonidal

Kista pilonidal umumnya tampak seperti jerawat dan terdapat di atas belahan bokong, yakni sekitar 4 hingga 8 cm di atas lubang anus. Munculnya benjolan kista pilonidal seringkali tidak disadari penderita, sebab umumnya kista pilonidal tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Meski begitu, apabila terjadi infeksi, beberapa gejala di bawah ini dapat dirasakan oleh penderita :

· Nyeri di punggung, tepatnya pada punggung bagian bawah.
· Benjolan kista pilonidal terasa hangat dan nyeri saat diraba.
· Kista pecah, sehingga keluar nanah atau darah yang mengeluarkan aroma tidak sedap.
· Demam.

Jika Anda mengalami beberapa gejala diatas, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat dan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Cara Mengobati Kista Pilonidal

Cara paling ampuh dalam menghilangkan kista pilonidal adalah dengan menjalani prosedur bedah atau operasi. Meski begitu, risiko kista muncul kembali tidak dapat dihindari, sehingga hal tersebut tetap mungkin terjadi. Kekambuhan kista pilonidal biasanya terjadi jika ada jaringan parut luas atau sinus.

Cara Mencegah Kista Pilonidal

Melihat bahwa kista pilonidal bisa kembali kambuh walaupun telah melalui prosedur operasi, maka sebaiknya Anda mencegah terjadinya kista pilonidal. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan guna mencegah terjadinya kista pilonidal. Di antaranya adalah :
  • Menjaga area bokong Anda agar selalu bersih dan tidak berambut.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat.
  • Posisi duduk harus benar dan jika duduk lama sebaiknya gunakan bantal  khusus untuk menyangga tulang ekor, agar tekanan di area tersebut berkurang.

Demikian kami sampaikan mengenai kista pilonidal, semoga apa yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat bagi Anda semua.


Disqus Comments