Sunday, March 22, 2020

Benarkah Konsumsi Nanas dapat Memicu Keputihan?


Nanas Menyebabkan Keputihan. Keputihan merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan keluarnya cairan yang berasal dari vagina. Hal ini merupakan kondisi yang bisa dibilang normal terjadi pada tiap wanita. Keputihan sendiri merupakan suatu pertanda bahwa vagina dapat berfungsi dengan baik dalam membersihkan dirinya sendiri secara otomatis.  Keputihan yang normal umumnya ditandai dengan warnanya yang bening atau putih, dan disertai bau yang tidak menyengat ataupun tidak berbau sama sekali. Lantas, pernahkan Anda mendengar pernyataan bahwa nanas dapat menyebabkan keputihan?

Banyak orang yang beranggapan bahwa nanas merupakan salah satu penyebab terjadinya keputihan pada wanita. Namun pernyataan tersebut menjadi perdebatan, apakah benar atau hanya mitos belaka. Bahkan, banyak wanita yang menghindari konsumsi nanas lantaran diduga dapat menyebabkan keputihan yang berlebihan dan mengganggu. Padalah, nanas merupakan jenis buah-buahan yang mengandung banyak nutrisi penting untuk tubuh, seperti vitamin C, fosfor, kalsium, dan magnesium.

Hingga saat ini tidak ditemukan penelitian yang berhasil membuktikan dari mitos nanas merupakan penyebab keputihan. Sementara itu, dokter mengungkapkan bahwa penyebab utama dari keputihan adalah infeksi jamur, virus, dan bakteri.

Selain infeksi jamur, virus, dan bakteri, keputihan juga dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut :

  • Infeksi Menular Seksual

Keputihan tidak normal atau berlebihan juga dapat disebabkan oleh infeksi gonore atau klamida. Jenis infeksi ini terjadi akibat melakukan hubungan seks tanpa menggunakan alat pengaman (kondom) dengan pasangan yang terinfeksi. Gejala yang muncul akibat kondisi ini adalah berupa keputihan berlebih yang disertai bau amis yang menyengat, serta rasa gatal dan sensasi terbakar di area vagina.

  • Ovulasi

Keluarnya cairan keputihan juga bisa jadi merupakan tanda-tanda atau gejala ovulasi. Ovulasi sendiri adalah proses terjadinya pelepasan sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium). Hal ini berarti bahwa Anda sedang berada dalam fase paling subur di kala itu. Kondisi ini biasanya terjadi setidaknya sekali dalam sebulan.

  • Alergi

Perlu Anda ketahui bahwa keputihan juga dapat disebabkan karena alergi. Alergi disini dapat disebabkan oleh penggunaan sabun pembersih organ kewanitaan, alat pengaman, pelumas, dan lain sebagainya yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada organ intim. Jika Anda mengalami alergi pada vagina, maka hal ini dapat menyebabkan cairan keputihan keluar secara berlebih. Maka dari itu, sebaiknya Anda menghentikan penggunaan alat pembersih kewanitaan, karena pada dasarnya vagina dapat membersihkan diri secara alami. Jika Anda mengalami tanda-tanda alergi pada vagina, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter agar diperiksa.

  • Penggunaan AKDR


Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) merupakan alat kontrasepsi yang secara langsung dimasukan ke dalam rahim. Hal ini dapat memicu reaksi tubuh terhadap benda asing, sehingga penggunaan alat kontrasepsi ini dapat menyebabkan keputihan yang berlebihan. Namun, jika cairan keputihan yang keluar tergolong normal, seperti tidak berwarna dan tidak berbau, maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan.

Disqus Comments