Sunday, February 16, 2020

5 Cara Mudah Mengatasi Rahim Turun


Rahim turun (prolaps uteri) atau turun peranakan merupakan kondissi di mana posisi rahim turun ke dalam vagina. Padahal, normalnya posisi rahim terletak di tepat di atas vagina dan menggantung di dalam rongga panggul. Lantas, apa penyebabnya? Dan bagaimana cara mengatasi rahim turun? Simak penjelasan berikut.

Penyebab Rahim Turun

Penyebab rahim turun sendiri adalah akibat dari kondisi otot-otot panggul yang melemah, sehingga tidak sanggup untuk menahan posisi rahim. Umumnya, kondisi ini dipengaruhi oleh faktor usia. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, maka risiko wanita mengalami rahim turun pun akan semakin meningkat, terutama ketika memasuki masa menopause. Pertambahan usia juga sangat berpengaruh terhadap produksi hormon estrogen di dalam tubuh. Semakin bertambahnya usia, maka semakin menurun produksi hormon esterogen. Padahal, hormon esterogen inilah yang bekerja membantu menjaga otot panggul agar tetap kuat.

Tak hanya fakto usia, kehamilan dan persalinan pun dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya turun peranakan. Semakin sering wanita hamil, maka semakin rentan juga wanita tersebut mengalami kondisi rahim turun akibat kerusakan otot dan jaringan panggul dari masa kehamilan dan persalinan.

Faktor Risiko Rahi Turun

Berikut ini beberapa faktor risiko lain yang dapat menyebabkan wanita mengalami turun peranakan :
  • Obesitas atau kegemukan.
  • Mengalami batuk kronis
  • Mengalami sembelit kronis.
  • Terdapat tumor di perut yang kemudian menekan rahim dan menyebabkan rahim turun.
  • Pernah menjalani operasi panggul.
  • Terdapat tumor di panggul atau adanya penumpukan cairan di dalam perut.
  • Sering melakukan aktivitas fisik yang memberi tekanan pada otot panggul.

Gejala Rahim Turun

Pada dasarnya, kondisi turun peranakan yang tergolong ringan tidak menimbulkan gejala atau keluhan apapun. Namun, pada kondisi yang berat, ada beberapa gejala yang mungkin timbul. Di antaranya adalah :
  • Terjadi pendarahan pada vagina.
  • Merasa seperti duduk di atas bola.
  • Nyeri panggul.
  • Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Kesulitan saat menggerakan perut.
  • Merasa tidak nyaman saat berjalan.
  • Terasa seperti ada sesuatu keluar dari vagina.

Kondisi rahim turun dengan gejala-gejala di atas, apabila dibiarkan begitu saja dapat mengganggu fungsi usus, kandung kemih, dan juga selsuak Anda. Maka dari itu, segera mengunjungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas.

Cara Mengatasi Rahim Turun

Jika Anda mengalami kondisi rahim turun yang tergolong ringan, maka Anda dapat mengatasinya dengan mencobat beberapa cara berikut :
  • Perbanyak minum air putih.
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti buah dan sayur.
  • Hindari mengangkat barang berat maupun menggendong anak.
  • Jaga berat badan agar tetap ideal.
  • Lakukan senam kegel.
Disqus Comments