Thursday, January 16, 2020

Bahaya Tumor Rahim Terhadap Kehamilan


Tumor Rahim Bahayakah? Tumor rahim atau fibroid rahim merupakan suatu kondisi di mana sel-sel otot rahim tumbuh secara abnormal di lapisan dinding rahim. Pada dasarnya, fibroid rahim merupakan jenis tumor yang bersifat jinak (non-kanker). Namun, adanya tumor di rahim kerap membuat wanita khawatir, terutama bagi wanita yang sedang hamil maupun wanita yang berencana hamil.
Dalam istilah medis, fibroid rahim juga dikenal dengan nama leiomioma atau miom. Pada sebagian besar kasus, tumor rahim bersifat jinak dan tidak berpotensi menjadi kanker. Miom bisa tumbuh menjadi satu tumor dan bisa juga tumbuh dalam jumlah yang lebih banyak di rahim. Selain itu, fibroid juga memiliki ukuran yang beragam, mulai dari sebesar biji-bijian hingga sangat besar.
Berdasarkan letaknya, fibroid rahim dibagi menjadi empat jenis, yaitu :
  • Fibroid intramural : terletak di dalam dinding rahim, pada lapisan otot rahim.
  • Fibroid subserosal : terletak di dinding luar rahim ke arah rongga panggul.
  • Fibroid submukosal : terletak di lapisan tepat di bawah lapisan endometrium (perbatasan antara dinding rahim dan rongga rahim).
  • Fibroid bertangkai : biasanya tumbuh di luar rahim ke arah rongga panggul.

Penyebab Tumor Rahim

Sebenarnya, hingga saat ini para ahli belum mengetahui penyebab fibroid rahim secara pasti. Namun, kondisi ini diduga dapat disebabkan oleh faktor hormon atau faktor genetik (turunan).
Kondisi lingkungan juga dipercaya dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan tumor. Hal ini disebabkan karena sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa bahan kimia yang tersebar di lingkungan sekitar juga dapat memicu terjadinya gangguan hormon estrogen pada wanita. Hormon inilah yang membuka peluang untuk pertumbuhan tumor, salah satunya fibroid rahim.

Gejala Fibroid Rahim

Pada dasarnya tumor rahim jinak bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali. Oleh sebab itu, banyak penderita fibroid rahim yang tidak menyadari bahwa Ia mengalami kondisi tersebut.
Namun, jika kondisi ini menimbulkan gejala, maka gejala yang timbul dapat berupa menstruasi berkepanjangan (7 hari lebih) disertai dengan pendarahan yang banyak, rasa nyeri pada rongga panggul atau di bawah pusar, buang air kecil lebih sering, pendarahan lewat vagina, susah buang air besar atau sembelit, nyeri punggung, nyeri kaki, perut terasa kembung, dan nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Bahaya Tumor Rahim Terhadap Kehamilan

Sebenarnya tumor rahim sendiri jarang menjadi hambatan bagi seorang wanita untuk dapat hamil. Namun, hal ini tergantung dengan jenis tumor yang diderita. Jenis tumor rahim yang paling mungkin memberikan dampak yang cukup berbahaya terhadap kehamilan adalah fibroid submukosa. Hal ini disebabkan karena, jenis fibroid ini kemungkinan dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah di bagian dinding rahim yang bebas tumor. Kondisi ini dapat mengubah bentuk rahim, serta mengganggu peletakan dan penamaan (implantasi) embrio di dinding rahim.
Disqus Comments