Monday, December 30, 2019

Ini yang Terjadi Jika Kista Ovarium Membesar


Penyebab Kista Membesar. Kista ovarium merupakan jenis kista (kantung berisi cairan) yang tumbuh pada indung telur atau ovarium. Pada dasarnya, setiap wanita memiliki dua buah ovarium, yakni pada sisi kanan dan sisi kiri rahim. Jenis kista ini biasanya muncul selama masa subur atau selama wanita berada dalam masa menstruasi.
Ovarium sendiri memiliki fungsi untuk menghasilkan sel telur setiap bulannya, mulai dari masa pubertas hingga menopause. Tidak hanya itu, ovarium juga berfungsi untuk memperoduksi hormon estrogen dan progesteron. Meskipun begitu, fungsi ovarium terkadang dapat terganggu, dan salah satu penyebabnya adalah kista.

Apakah Kista Ovarium Berbahaya?

Sebenarnya, kista ovarium tidak menyebabkan masalah serius yang berbahaya. Akan tetapi kondisi ini dapat berkembang menjadi ganas apabila kista ovarium tersebut pecah, menghalangi suplai darah ke ovarium, atau ketika ukurannya semakin membesar.
Pada dasarnya, kista ovarium dimiliki oleh setiap perempuan. Namun, jika ukurannya masih kecil, maka tidak akan menimbulkan gejala apapun. Maka dari itu, kondisi ini jarang disadari, dan seringkali baru disadari ketika ukurannya semakin besar. Meskipun begitu, kista ovarium dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa kali siklus menstruasi.
Sementara itu, kista ovarium yang tumbuh membesar dapat menyebabkan munculnya berbagai macam gejala yang dapat mengganggu kenyamanan Anda, seperti perut membesar atau bengkak, nyeri panggul sebelum dan setelah menstruasi, nyeri panggul ketika melakukan hubungan intim (dispareunia), mual dan muntah, serta sensasi tertekan pada bagian perut.
Selain itu, ada beberapa gejala lain yang menandakan bahwa kista ovarium sudah berbahaya dan harus segera ditangani. Diantaranya adalah :
  • Nyeri panggul atau perut secara tiba-tiba
  • Demam dan muntah-muntah
  • Pusing
  • Badan lemah dan merasa ingin pingsan
  • Napas menjadi lebih cepat

Kapan Kista Ovarium Harus Dioperasi?

Kista ovarium memerlukan penanganan khusus ketika ukurannya semakin besar dan gejala yang dirasakan sangat mengganggu. Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa wanita yang telah menopause dan memiliki kista ovarium cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker ovarium. Maka dari itu, setelah Anda melewati masa menopause, sebaiknya Anda segera melakukan operasi untuk menghilangkan kista.

Jika Anda tidak memerlukan tindakan operasi untuk mengatasi kista ovarium, maka kemungkinan dokter akan menyarankan Anda agar menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk meredakan rasa sakit akibat kista. Selain itu, dokter akan meresepkan Anda alat kontrasepsi, seperti pil, suntikan, atau cincin vagina untuk mencegah ovulasi. Hal ini juga dapat menurunkan kemungkinan Anda dalam mengembangkan lebih banyak kista.

Disqus Comments