Sunday, November 17, 2019

Penyebab dan Cara Mencegah Stunting pada Anak


Jumlah penderita stunting di Indonesia terus-menerus mengalami peningkatan. Setidaknya, satu dari tiga anak berisiko mengalami stunting. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab stunting pada anak dan cara mencegahnya.

Stunting merupakan suatu kondisi yang menyebabkan terjadinya gangguan pada tumbuh kembang anak. Kondisi ini mengakibatkan anak memiliki perawakan yang pendek. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena stunting pada anak dapat dicegah sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.

Stunting atau perawakan pendek pada anak dapat dipantau melalui perkembangan tinggi anak. Oleh sebab itu, penting bagi Anda sebagai orang tua memantau pertumbuhan anak dengan cara membawanya ke dokter anak atau posyandu berkala. Jika usia anak masih dibawah setahun, Anda dapat memeriksa pertumbuhan anak setiap bulan. Sementara itu, jika anak sudah menginjak usia 1-3 tahun, maka periksa pertumbuhan anak setiap 3 bulan.

Tidak hanya menyebabkan perawakan pendek, stunting juga berisiko mengganggu kemampuan belajar dan perkembangan kognitif anak. Selain itu, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko anak terkena berbagai macam penyakit kronis ketika dewasa, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.

Penyebab Stunting

Stunting merupakan kondisi yang dapat disebabkan oleh faktor genetik. Selain itu, stunting pada anak juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain, yaitu :
  • Janin yang kekurangan asupan gizi dan nutrisi selama masa kehamilan.
  • Rendahnya berat badan bayi ketika lahir.
  • Sanitasi yang kurang baik atau kurangnya kondisi kebersihan lingkungan yang menyebabkan anak terkontaminasi bakteri.
  • Melewatkan imunisasi.
  • Bayi yang mengalami malnutrisi akibat tidak mendapatkan ASI eksklusif.

Cara Mencegah Stunting pada Anak

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa stunting pada anak merupakan kondisi yang dapat dicegah sejak dini. Berikut ini beberapa cara yang dapat membantu mencegah stunting pada anak :
  • Cukupi Kebutuhan Nutrisi
Nutrisi penting yang wajib dipenuhi oleh Ibu hamil selama masa kehamilannya adalah zat besi, yodium, dan asam folat. Hal ini juga yang nantinya akan membantu mencegah cacat lahir pada janin, termasuk stunting. Pasalnya, kekurangan zat besi dan asam folat dapat meningkatkan risiko anemia pada Ibu hamil, yang mana kondisi ini juga akan meningkatkan risiko stunting pada bayi.
  • Memeriksa Kandungan secara Rutin
Memeriksa kandungan secara rutin merupakan hal yang tak kalah penting dalam mencegah stunting pada anak. Pemeriksaan rutin selama masa kehamilan dapat membantu mencegah kekurangan nutrisi dan mendeteksi jika ada komplikasi yang terjadi selama masa kehamilan. Pasalnya, semakin cepat terdeteksi, maka komplikasi kehamilan dapat semakin cepat diatasi.
  • Jaga Kebersihan Lingkungan
Kebersihan lingkungan juga merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah stunting pada anak. Pasalnya, anak-anak rentan terkontaminasi bakteri akibat lingkungan yang kurang bersih. Hal ini juga dapat memicu terjadinya infeksi usus pada anak, sehingga juga akan memengaruhi status gizi mereka. Bahkan, anak yang sering mengalami penyakit secara berulang seperti diare dan helminthiasis (infeksi cacing usus) akibat lingkungan juga dapat dikaitkan dengan stunting.

https://lingshenyao.id/obat-tumor-rahim/
Disqus Comments