Tuesday, October 8, 2019

Waspada! Ini Dia Ciri-Ciri Sakit Kepala Pada Bayi


Ciri Sakit Kepala Pada Bayi. Menangis dan rewel merupakan cara yang dapat dilakukan setiap bayi untuk berkomunikasi. Hal ini juga bisa jadi menjadi pertanda bahwa ada yang tidak beres pada si kecil. Salah satunya adalah akibat sakit kepala yang dialaminya.

National Headache Foundation melaporkan bahwa, sakit kepala pada bayi dapat disebabkan karena lapar, stres, ketegangan di tubuh, sinus, sakit telinga, dehidrasi, sedang tumbuh gigi, flu, pilek, hingga kecelakaan atau jatuh yang melibatkan bagian kepala.

Tak hanya menangis dan rewel, ciri-ciri bayi yang sedang mengalami sakit kepala dapat dilihat dari tingkah laku bayi. Jika bayi berusaha menggapai kepala dengan kedua tangannya, maka kemungkinan si kecil sedang mengalami sakit kepala. Selain itu, saat mengalami sakit kepala sebelah, bayi biasanya menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Maka dari itu, penting bagi para orang tua untuk mengenali ciri-ciri atau gejala di mana tubuh bayi kemungkinan mengalami gangguan yang membuatnya tidak nyaman.

Berikut ini beberapa gejala lain yang menandakan sesuatu terjadi pada bayi Anda :

  • Menangis Terus-Menerus


Bayi yang menangis secara terus-menerus bisa jadi mengalami kolik atau tantrum. Namun, jika tangisannya tak kunjung berhenti tetapi sudah tidak ada lagi air mata, maka Anda harus waspada. Pasalnya tangisan yang tidak disertai air mata dan diikuti mulut kering dan tidak pipis bisa menjadi pertanda bahwa si kecil sedang mengalami dehidrasi berat.

Baca Juga : Beberapa Makanan yang Dapat Menyebabkan Kolik Pada Bayi

  • Kejang-Kejang


Kejang-kejang yang dialami bayi umumnya berbeda dengan yang dialami orang dewasa. Penyebab kejang pada bayi adalah demam tinggi akibat peradangan atau infeksi. Beberapa bayi mengalami kejang saat suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius. Namun, ada juga beberapa bayi yang baru kejang saat suhu tubuhnya di atas 40 derajat Celcius.

Untuk mengatasi kejang pada bayi, usahakan untuk tidak memasukan apapun ke dalam mulut bayi dan jangan pula memaksanya untuk membuka mulut. Selain itu jangan menahan kaki atau tangan si kecil dengan paksa ketika mengalami kejang, sebab dapat menyebabkan patah tulang.

Segera bawa bayi ke dokter  agar dapat mengetahui penyebab kejang, ukur suhu tubuh si kecil saat kejang, serta amati seberapa lama kejang pada bayi terjadi, karena informasi ini sangat berguna nantinya bagi dokter.

  • Muntah-Muntah


Muntah-muntah pada bayi umumnya dalah kondisi yang normal. Sebab, bayi yang baru lahir akan sering muntah di minggu-minggu pertama, karena si kecil masih membiasakan diri dengan makanan yang masuk. Selain itu, menangis dan batuk berlebihan juga dapat menyebabkan bayi muntah. Bayi juga mungkin muntah-muntah akibat terlalu kenyang.

Muntah yang dialami masih tergolong wajar apabila tidak disertai demam dan tidak ada darah atau cairan empedu berwarna hijau pada muntahan bayi. Namun, apabila muntahannya berwarna hijau, maka Anda harus waspada dan segera membawa si kecil ke dokter. Sebab kemungkinan hal ini menandakan adanya sumbatan pada usus bayi.

https://lingshenyao.id/kanker-serviks-stadium/
Disqus Comments