Wednesday, September 4, 2019

Ini Dia yang Menyebabkan Leher Kaku dan Nyeri


Ciri-CIri Kaku Leher. Leher kaku merupakan suatu kondisi di mana penderita akan merasakan nyeri sekaligus kesulitan menggerakkan leher, terutama ketika mencoba untuk menolah. Kondisi ini membuat penderitanya harus menggerakan seluruh tubuh untuk sekedar menoleh, karena leher akan terasa sakit apabila digerakkan.
Pada dasarnya, leher manusia terdiri dari berbagai macam jaringan, yaitu otot, tulang, urat, dan ligamen. Jaringan-jaringan tersebut akan bekerja sama untuk menunjang segala pergerakan kepala. Apabila digunakan terlalu keras, maka jaringan-jaringa tersebut akan tertarik atau mengalami cedera, sehingga mengalami leher akan menjadi kaku dan nyeri saat dugerakkan.
Kondisi leher kaku biasanya muncul ketika bangun tidur (akibat salah tidur), pekerjaan, cedera saat berolahraga, atau aktivitas berat lainnya. Gejala yang dirasakan berupa nyeri bahu atau lengan, dan sakit kepala.
Biasanya, leher kaku akan menghilang dengan seiring berjalannya waktu. Namun, waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi leher tergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami penderita. Hal ini juga bergantung pada kondisi kesehatan tiap individu dan bagaimana cara Ia mengatasi kondisi ini.

Ciri-Ciri dan Gejala Leher Kaku

Ciri-ciri dan gejala leher kaku yang paling umum adalah nyeri di bagian leher, terutama jika Anda mencoba menoleh atau melakukan gerakan lain yang melibatkan kepala dan leher.
Gejala yang muncul pada kondisi ini umumnya berbeda-beda bagi tiap individu. Rasa sakit dan gejala yang ringan dapat hilang dalam waktu beberapa hari. Namun pada beberapa kasus, penderita biasanya merasakan sakit yang luar biasa, sehingga kesulitan bergerak. Bahkan rasa sakit ini dapat menjalar ke daerah lengan dan bahu.
Berikut ini ciri-ciri dan gejala dari leher kaku :
  • Rasa sakit yang kian memburuk ketika Anda menahan kepala Anda di satu posisi dalam jangka waktu panjang, seperti saat bekerja di depan komputer, atau saat menyetir.
  • Rasa sakit yang menjalar ke bagian tubuh lain, seperti bahu dan lengan.
  • Sakit kepala.
  • Leher terasa kaku, lemah, bahkan terkadang hingga mati rasa.
  • Ketegangan pada otot.
  • Menurunnya kemampuan untuk menggerakan leher dan kepala.
Kemungkinan terdapat ciri-ciri  dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kehawatiran akan suatu gejala tertentu, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan.

Faktor Risiko

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko dari kondisi leher kaku :
  • Faktor usia.
  • Pernah mengalami kecelakaan yang cukup parah.
  • Kebiasaan tidur dengan bantal yang terlalu tinggi atau rendah.
  • Menderita arthritis pada bagian leher.
  • Menderita meningitis (radang selaput otak).

Disqus Comments