Monday, August 12, 2019

Perbedaan Fortifikasi dan Suplementasi


Perbedaan Fortifikasi dan Suplementasi. Fortifikasi pangan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas gizi pada bahan pangan secara sengaja dengan menambahkan satu atau lebih zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral pada bahan makanan. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan komponen zat gizi penting yang hilang pada saat bahan makanan diproses, seperi pada proses penggilingan padi menjadi beras, maupun gandum menjadi terigu. Pasalnya, proses tersebut menyebabkan banyak zat gizi mikro yang penting hilang.

Sementara itu, suplementasi merupakan upaya untuk menambahkan atau melengkapi zat nutrisi tambahan untuk menggantikan zat nutrisi yang hilang ataupun tidak tercukupi dari makanan sehari-hari.

Suplemen makanan umunya terdiri dari bahan-bahan alami tanpa tambahan zat kimia. Meskipun ada beberapa vitamin yangn sintetis. Suplemen vitamin seperti asam folat biasanya tersedia dalam bentuk sintetis, karena cenderung lebih mudah diserap di dalam tubuh.

Suplemen biasanya tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, bubuk, atau cair, yang fungsinya adalah untuk melengkapi kekurangan zat gizi yang dibutuhkan tubuh agar tetap prima. Selain itu, nutrisi yang terkandung dalam suplemen pun beragam, mulai dari vitamin, mineral, dan asam amino yang merupakan bagian dari pembangun protein.

Manfaat Fortifikasi Makanan

Secara umum, berikut manfaat fortifikasi makanan :

  • Memperbaiki kekurangan zat gizi dari pangan.
  • Mengembalikan zat-za penting pangan yang hilang akibat proses pengolahan.
  • Meningkatkan kualitas gizi dari produk pangan olahan yang digunakan sebagai sumber nutrisi, seperti susu formula.
  • Untuk menjamin kualitas gizi pada produk pangan olahan yang berfungsi sebagai pengganti jenis pangan lainnya, sebagaimana  margarin yang menggantikan mentega.

Manfaat Suplementasi

Berikut ini beberapa manfaat mengonsumsi suplemen bagi tubuh :
  • Meningkatkan daya tubuh dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C.
  • Meningkatkan kesehatan wanita. Karena pada dasarnya, selama masa menstruasi wanita akan kehilangan banyak zat besi dari dalam tubuh. Sehingga untuk mengembalikan zat besi yang hilang, maka konsumsi suplemen zat besi bisa dilakukan untuk membantu  pembentukan  sel darah merah secara efektif untuk mencegah anemia.
  • Menjaga kesehatan kehamilan dengan mengonsumsi suplemen penambah asam folat, yang merupakan nutrisi penting bagi Ibu hamil juga untuk mencegah cacat pada janin.
  • Menjaga kesehatan tulang dengan mengonsumsi suplemen penambah kalsium dan vitamin D. Pasalnya, tidak semua orang mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup dari makanan yang dikonsumsi.
  • Meningkatkan metabolisme tubuh dengan mengonsumsi suplemen yang cukup.
Disqus Comments