Monday, April 1, 2019

Penyebab Infeksi Cacing Pita


Penyakit infeksi cacing pita atau yang biasa disebut dengan cacingan, merupakan suatu kondisi dimana cacing pita menginfeksi dan hidup di dalam usus. Cacing pita merupakan spesies cacing pipih (cestoda parasit) yang hidup di dalam beberapa hewan, seperti sapi, babi, domba dan ikan. Jenis cacing pita di beri nama berdasarkan inangnya. Taenia saginate pada daging sapi, Taenia solium pada daging babi dan Diphyllobothrium pada ikan.

Seseorang dapat memakan telur atau larva cacing yang berada di dalam makanan maupun di air yang telah terkontaminasi. Hal tersebut dapat membuat cacing pita hidup di dalam usus dan menyebabkan infeksi. Telur dan larva dapat keluar melalui pergerakan usus atau melalui kotoran. Telur tersebut dapat menetas menjadi larva, yang kemudian dapat keluar melalui usus sehingga membentuk kista di dalam organ tubuh lainnya, yaitu paru-paru dan hati dan menyebabkan penyakit serius.

Agar terhindar dari infeksi cacing pita ini, maka Anda perlu mengetahui penyebab dari penyakit tersebut. Berikut ini penyebab penyakit infeksi cacing pita :

  • Telur Cacing Lepas ke Lingkungan


Cacing pita merupakan hewan yang bersifat parasit. Pasalnya, hewan ini memerlukan tubuh inang untuk dapat berkembang biak. Usus halus manusia merupakan satu-satunya tuan rumah untuk Taenia saginata dan Taenia solium yang diperlukan untuk bertahan hidup. Cacing pita dewasa berkembang biak dengan cara bertelur, dan telur cacing yang telah matang akan berkembang menjadi larva oncospheres yang masih mengandung telur. Kemudian larva tersebut lepas dari tubuh cacing pita dewasa dan pada akhirnya keluar dari anus bersama feses (kotoran) manusia.

  • Mengonsumsi Daging Hewan yang Belum Matang


Daing babi, sapi, domba dan ikan merupakan jenis makanan yang sering menjadi inang dari cacing pita. Ketika cacing pita keluar dari tubuh manusia, maka akan memungkinkan telur cacing ini berpindah ke ingan yang lain. Babi dan sapi dapat terinfeksi cacing pita saat mengonsumsi makanan ternak yang terkontaminasi telur cacing. Pada usus hewan, larva oncospheres menetas menjadi embrio cacing, yang kemudian menyerang dinding usus untuk masuk ke dalam sistem peredaran darah pada hewan tersebut. Kemudian larva tersebut akan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti jantung, hato, bahu, otot lidah dan sistem limfatik. Embrio cacing pita ini, dapat bertahan selama beberapa tahun pada tubuh hewan yang terinfeksi cacing pita. Jadi apabila Anda mengonsumsi daging hewan yang kurang matang, maka akan meningkatkan risiko terkenanya infeksi cacing pita.

Selain itu, mengonsumsi minuman yang mengandung larva cacing dan terkontaminasi kotoran hewan dan manusia yang terinfeksi, juga dapat menyebabkan infeksi cacing pita pada tubuh Anda.

  • Infeksi dari Manusia


Apabila Anda melakukan kontak fisik dengan seseoranng yang menderita infeksi cacing pita, seperti bertukar pakaian. Hal tersebut dapat menyebabkan Anda juga terinfeksi cacing pita, lantaran pakaian tersebut telah terkontaminasi kotoran yang mengandung telur cacing.

Baca Juga : Penyebab Asam Lambung Naik saat hamil Muda

https://lingshenyao.id/jual-obat-kista/
Disqus Comments