Wednesday, April 17, 2019

Penyebab Mikrosefalus pada Bayi yang Harus Diketahui


Kelahiran buah hati memang menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua, kondisi bayi yang sehat dan anggota tubuhnya yang normal pun menjadi harapan bagi mereka para orang tua. Namun, ada suatu kondisi dimana ukuran kepala bayi lebih kecil daripada seharusnya. Kondisi tersebut disebut dengan "Mikrosefalus". Apa penyebab mikrosefalus pada bayi? Kita akan bahas dalam ulasan berikut.
Mikrosefalus merupakan suatu masalah medis dimana mengecilnya ukuran kepala bayi. Hal tersebut disebabkan karena, dalam masa kehamilan, otak dan kepala bayi tidak berkembang dengan baik. Namun, kondisi tersebut juga dapat disebabkan setelah bayi dilahirkan oleh faktor tertentu. Mikrosefalus dapat terjadi dengan atau tanpa kecacatan pada tubuh lainnya. Selain ukuran kepala yang tidak normal (dibawah rata-rata) bayi di usia tersebut, bayi dengan mikrosefalus cenderung memiliki bentuk dahi yang miring ke belakang.
Berikut ini faktor penyebab mikrosefalus pada bayi, yang harus Anda ketahui sebagai orang tua :

  • Kelainan Genetik


Kelainan genetik merupakan faktor yang sering terjadi dalam masalah kesehatan, tak terkecuali dengan mikrosefalus. Pada dasarnya, setiap gen terdiri dari DNA yang berperan sebagai pengatur produksi protein yang mana akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Ketika ada masalah atau kelainan gen yang terjadi pada bayi, maka akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Salah satu kelainan gen yang menjadi penyebab mikrosefalus pada bayi adalah down syndrome.

  • Craniosynostosis


Craniosynostosis merupakan kecacatan lahir yang menyebabkan bentuk kepala bayi tidak normal. Hal tersebut disebabkan karena, adanya kelainan pada tulang tengkorak bayi. Kelainan tersebut dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan otak bayi,sehingga dapat menyebabkan kepala bayi berukuran lebih kecil dari ukuran normalnya. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan pembedahan untuk memisahkan tulang yang bermasalah. Apabila tidak terjadi masalah pada otak, maka pembedahan tersebut memungkinkan otak memiliki cukup ruang untuk tumbuh dan berkembang.

  • Inveksi Virus


Infeksi virus seperti virus rubella, varicella dan Aedes aegypti dapat menyebabkan masalah pada perkembangan bayi, termasuk mikrosefalus. Hal tersebut disebabkan karena, infeksi virus-virus tersebut dapat mengalir bersamaan dengan darah, dan kemudian masuk ke tubuh bayi, sehingga dapat mengganggu kerja organ tubuh Anda sebagai Ibu hamil yang seharusnya melindungi dan menyempurnakan janin.

  • Kekurangan Gizi


Ibu hamil memang membutuhkan lebih banyak nutrisi dibandingkan dengan ketika belum berbadan dua. Maka dari itu, asupan nutrisi harus benar-benar diperhatikan agar tumbuh dan kembang janin berjalan dengan baik. Makanan yang baik untuk dikonsumsi Ibu hamil diantaranya, buah-buahan, sayuran, daging, ikan, biji-bijian dan kacang-kacangan. Apabila asupan nutrisi tidak tercukupi, maka perkembangan bayi bisa terganggu, dan memungkinkan terjadinya mikrosefalus pada bayi.
Disqus Comments